Cerita di Bandung



Teman reader semua pasti sudah ada yang ke Bandung, baik bareng teman, gebetan, mantan gebetan, pacar atau keluarga. Hehe
Hal itu baru terjadi juga sama aku yang ke Bandung bersama teman menggunakan transportasi umum, tanpa EO atau trip paketan dsb. yak sebut saja Traveling mandiri.
Perlu kalian ketahui ternyata kalo kalian lebih suka traveling sendiri akan ada budget dengan biaya tak terduga, hal ini yang perlu di highlight untuk kita semua, kejadian kaya aku kemarin bersama teman ternyata ada beberapa kejadian di luar prepare. Nah sedikit ini aku mau ceritain experience aku ke Bandung kemaren.
(ini sedang di maskot spot-nya Bandung, alun-alun Bandung)




Jadi titik awal keberangkatan kami di lebak bulus menggunaka bus primajasa, bis nya enak, abangnya juga baik, untuk orang yang suka beser bilang saja mau berenti di toilet nanti ditungguin kok sama abangnya hehe, tapi pas lagi di tempat yang sekiranya kejangkau untuk berhenti ya. Atau pas lagi isi bensin.
Lalu, untuk tempat istirahat temanku pesan satu kamar di aplikasi redDoorz yang hotel, wah ini sih yang membahagiakan untuk kita, karena harga hotelnya Cuma 103 ribu, karena kita lagi dapet potongan. Worth it banget sih ini, dapet tv, kamar mandi dengan shower panas otomatis, ya seperti pada hotel umumnya, dapet perlengkapan mandi dsb.
(maap yee berantakan)

Sebetulnya jujur saja,aku tipe orang yang hemat, mencoba sebaik mungkin untuk memangkas budguet agar gak membeludak, jadi niat mau cari penginapan yang biasa saja tapi di Bandung ternyata tidak ada, pengalaman aku ke Jogja satu-satunya nemu penginapan yang harganya 50ribu, dan itu termasuk enak, dapet fasilitas dapur, parkir buat motor. Ahhhh andaikan ada penginapan Grandzea di Bandung. Berhubung juga penginapan bagi aku Cuma sebentar, hanya merehatkan di waktu malam sampai subuh saja, sisanya planning kita mau jelajah tempat wisata di Bandung.

Gak lama kita check-in, sorenya kita jelajah ke tempat China Town, ini jadi tempat yang cocok buat kalian yang mau foto-foto karena spotnya banyak.

Langsung menjelang maghrib kami jalan ke alun-alun Bandung. Dan tiba malam kami pulang ke penginapan.

Hari kedua, kami sudah siap check-out, di hari kedua ini kami siap untuk penyewaan motor dan juga nginep di bukit Moko, namun sangat disayangkan hal itu tidak terwujud, karena ketakutan aku melihat bukit Dago yang cukup curam saat pergi ke Dago Bakery, oh Tuhan saat itu fikiranku hanya aku gak mau mati disini haha, lebay?pasti, untuk selengkapnya bisa lihat di jalan menuju Dago Bakery.
(teman aku namanya Vhidia) hehe

Dan akhirnya kami sewa penginapan lagi, dengan aplikasi yang sama yaitu RedDoorz hostel di Paskal namun kali ini berbeda kita pesan dengan harga termurah karena bentuk kamarnya seperti asrama. (untuk selengkapnya bisa lihat di tulisan berikutnya)
Oh yaa sebelum ke Bandung kita sudah sewa motor dan tenda. Yang jadi sayang kita sudah pesan tenda, tapi tidak dipakai.

Namun lagi-lagi soal pengalaman yang kita butuhkan, aku dan vhidia (partner tersabar) punya fikiran yang sama, sensasi saat travelling sendiri, membuat kita jadi lebih mandiri, belajar mengambil keputusan, bermusyawarah saat berbeda pendapat. dan menjadi lebih berani karena dari salah satu kami saling menyemangati di saat takut.  Oh ya kalo travelling mandiri gini, kata “dibalik hemat terdapat pejuang medit yang kuat” seharusnya sudah ilang begitu sja, karena mau gak mau kalian memang bayar pengalaman kalian dengan pengorbanan itu. Walau pengalaman tidak bisa deli dengan uang, namun uang yang membantu untuk menemukan pengalaman. Dengan begitu juga aku belajar, bahwa sifat malas dan lemah tidak ditemukan dalam diri pejuang travelling sejati ahaha. Gilaaa alay.
oh yaa di hari ketiga, kami kunjungi jalan Asia Afrika, dan Jalan Braga. bentuk bangunan ini memang indah-indah banget, putih dan awan yang cantik. tentu berbeda dari bangunan lain, karena bentuknya sisa dari jaman penjajahan Belanda.
(ini di jalan Asia Afrika ya, yang ada tulisannya mas Pidi Baiq)


(ini di jalan Braga, bersebrangan dengan Starbucks)
Terimakasih teman-teman sudah membaca ceritaku, jangan lupa baca tulisanku yang lain ya.
Salam dari Novia😊


Comments

  1. Itu beda hari, beda tempat penginapan ya?

    ReplyDelete
  2. Iyah betul kak, untuk selengkapnya bisa liat di tulisan berikutnya mengenai penginapan di Bandung

    ReplyDelete

Post a Comment